Langsung ke konten utama

Cara Berziarah Kubur Sesuai Tuntunan Rosulullah



كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروها

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah” HR. Muslim no. 977

Berziarah Kubur hukumnya Boleh berdasarkan hadist diatas. Tujuan dari berziarah kubur adalah untuk mengingat kematian bagi yang masih hidup dan mendoakan si mayit agar di ampuni dosa dosanya dan diterima amal sholehnya.

Adab Ziarah Kubur

  1. Disunnahkan menyampaikan salam dan doa Bagi Ahli Kubur
  2. Jangan duduk diatas Kuburan 
  3. Tidak Boleh Thawaf mengelili kuburan walaupun dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, dikuburan siapapun.
  4. Tidak Membaca Alquran di Kuburan, yang boleh adalah mendoakan si mayit. 
  5. Tidak boleh meminta pertolongan Kepada orang yang meninggal/ orang yang dikubur, walaupun kuburan Wali atau Nabi. 
  6. Tidak boleh meletakan karangan bunga atau menaburkannya karena menyerupai kaum nasrani
  7. Tidak boleh mendirikan bangunan atau tulisan diatas kuburan. termasuk disini adalah Kijing, Rumah, di semen, di kapur di keramik atau marmer. 
  8.  Kuburan hanya boleh di letakan batu diatasnya dan ditinggikan dengan tanah satu jengkal seperti kuburan di Baqi, madinah. 

Bagi yang ingin mendengarkan kajian lebih rinci silahkan klik tombol play dibawah ini. 


=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Kalendar Hijriah di Internet

Untuk melihat kalendar hijriah di internet, silahkan buka https://datehijri.com/en/hijricalendar.html.

Di website ini terdapat beberapa layanan tentang kalendar diantaranya :

Konversi Tanggal dari Tanggal Masehi ke Hijriah Kalendar Hijriah selama 1 Tahun ( disertai Tanggal Masehi dengan huruf kecil) Kalendar Masehi 1 tahun (disertai tanggal hijriah dengan huruf kecil) Perkiraan Awal Ramadhan Sebagai tambahan, Website ini juga menampilkan Jam saat ini di kota Mekah. Website ini juga ditawarkan dalam dua bahasa, Bahasa arab atau bahasa inggris. 

Berhati hati dalam menyebar berita

Islam adalah agama yang sempurna. Semua hal di Agama yang mulia ini ada panduan dan tuntunannya. Dalam hal menyebar berita ada 3 dalil yang semoga bisa menjadi rujukan kita dalam menanggapi berita dan pertimbangan dalam membagi berita yang belum jelas kebenarannya.

Tulisan ini saya buat disaat kondisi di Tanah air penuh dengan simpang siur pemenang Pilpres 2019. Tulisan ini adalah ajakan bagi kita semua agar tidak memperkeruh suasana dan bersabar sampai keputusan akhir siapa pemenang pelpres 2019.

Tiga poin penting dalam hal berita adalah sebagai berikut :

Periksa Sumber berita / Pembawa berita Cek dan croscek validasi data dan Informasi Menahan diri untuk bereaksi seperti Like, komentar atau share sebelum pasti kebenarannya.  Periksa sumber dan Pembawa berita 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa…

Chanel Ustad sunnah di Youtube

Berikut ini adalah chanel Ustad Ahlusunnah wal Jamaah yang mengikuti Salafusholeh. Semoga kajian mereka bisa memberikan tambahan ilmu, Iman dan Amal sholeh kita dan kita digolongkan oleh Allah sebagai Orang orang sholeh baik di dan Akhirat. 
Sekadar catatan, biasakan mencatat kajian, baik kajian Online ataupun Langung. Karena ilmu itu ibarat binatang buruan, Ikatlah Ilmu Dengan menulisnya. Poin Poin yang perlu dicatat Adalah Qolallah dan Qola Rosul (Ucapan Allah/ Alquran) dan Ucapan Rosul ( Hadist), termasuk Kitab referensi dan ucapan para Salafusholeh dan Pendapat Para ulama. 
Mengapa demikian? karena kita beragama berdasarkan dalil dari Alquran dan sunnah, dan bukan taqlid buta kepada Ustad. Seandainya anda ingin mendakwahkan kembali ilmu yang anda dapat, anda bukan merujuk dengan kata Ustad fulan, tapi Kata Allah dalam Alquran, Kata Rosulullah dalam Hadist, Ucapan/ Fatma ulama tentang masalah ini dan seterusnya. 
Insyaallah ilmu bisa melekat dalam hati jika kita mencatatnya. Dan i…