Kajian Kriteria Memilih Calon Istri Menurut Islam

Kajian kriteria memilih calon Istri ini disampaikan oleh Ustad Ahmad Zabik. Berikut ini adalah beberapa kesimpulan dari kajian tersebut.

"Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)".
Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.


Dalam hadist tersebut ada 4 hal utama, namun bukan berarti empat empatnya harus ada.  Menurut ustad Ahmad dalam kajiannya, Prioritas memilih wanita adalah Agama, kecantikan, keturunan/nasab/asal keluara dan yang terakhir adalah kekayaannya. 

Penjelasan Rinciannya adalah sebagai berikut: Agama adalah perkara paling penting dalam memilih seorang calon istri, jika agama perempuan baik, maka dia akan mudah dinasehati atau justru sering menasehati suaminya agar tetap dalam jalan agama yang lurus. Islam mengutamakan keselamatan akhirat menjadi yang utama. 

Kriteria kedua yang paling penting adalah kecantikan. Sifat laki laki adalah suka dengan wanita yang cantik.Jika seorang laki laki memiliki istri yang cantik, maka kemungkinan selingkuh atau melirik wanita lain akan lebih kecil. Wanita yang sholehah dan cantik juga akan mentrentamkan hati suami. 

Kritera selanjutnya adalah asal muasal keluarga. Disarankan menikahi wanita yang subur dan penyayang. Wanita subur bisa dilihat dari Jumlah saudaranya, atau melihat jumlah anak dari kakak siperempuan tersebut. Wanita subur artinya tidak mandul, ingat bahwa tujuan menikah salah satunya adalah mendapatkan anak sholeh. Maka para ulama berpendapat, jika ada dua wanita sholehah, cantik dan yang satu subur dan satu lagi mandul, maka pilihlah yang subur. 

Selain itu, dibahas juga disarankan mencari wanita dari keluarga baik baik, bukan dari keluarga (misal saja) koruptor, ahli kesyirikan, pencuri atau dari keluarga yang berantakan karena sedikit banyak pengaruh keluarga akan terbawa oleh perempuan sampai menikah.

Yang terakhir adalah menikah karena hartanya, di sunnahkan menikahi wanita kaya dengan tujuan agar lebih mudah dalam berdakwah. Namun, para ulama memberi saran bahwa sebaiknya, seorang laki laki menikah dengan wanita dari keluarga yang strata sosialnya sama atau tidak terpaut jauh agar dibelakang tidak terjadi permasalahan baik antara Suami istri atau suami dengan keluarga istri. 

Catatan penting disini, Rosullah menyarakan pemuda menikah gadis karena gadis masih mudah diatur dan belum punya pengalaman sehingga rasa cinta yang tinggi akan menguatkan hubungan suami istri, berbeda dengna janda yang pernah hidup dengan laki laki lain. Jika seorang pemuda menikahi janda, maka ada kecenderungan si janda ini akan membandingkan dirinya dengan mantan suaminya dari berbagai sisi (misalkan nafkah, kekayaan,pekerjaan, dan perkara pribadi lainnya).

Seorang Wanita diperbolehkan menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh seorang pria yang dianggapnya mampu menjadi pemimpin rumah tangga dan baik untuk dunia dan akhir siperempuan, menawarkan diri bukanlah perkara Aib. Seorang kakak atau ayah juga disarankan menawarkan putri /adiknya kepada teman atau pemuda yang dianggapnya sholeh. Cara seperti ini jauh lebih selamat dari zina dibanding dengan pacaran. 

Catatan tambahan: Kajian ini tidak melarang untuk menikahi janda atau wanita mandul atau menikahi wanita yang beda status  sosial . Penjelasan lebih rinci terkait urutan prioritas diatas bisa didengarkan sendiri rekaman kajiannya dibawah ini. 


Rekaman Kajian

Bagi yang ingin mendengarkan kajian langsung, silahkan dengarkan atau download sendiri kajiannya dibawah ini .




Referensi tambahan:

Alsofwah. Nasehat (1): Memilih Istri yang Tepat. di akses 19 juni 2015,
http://www.alsofwah.or.id/cetakkajian.php?id=39

Muhammad Abduh Tuasikal, Kriteria Wanita Idaman, diakses 19 juni 2015.
http://rumaysho.com/muslimah/kriteria-wanita-idaman-816.html





Hak Istri Yang harus ditunaikan Suami dalam Islam

Hak Istri dalam islam berarti kewajiban suami. Hak suami dalam islam berarti kewajiban suami.
Berikut ini adalah intisari dari kajian Hak hak istri yang harus ditunaikan Suami yang diampaikan Oleh Ustad firanda. Inti kajian ini adalah membahas hadist panjang tentang  Sebelas orang wanita berkumpul lalu mereka berjanji dan bersepakat untuk tidak menyembunyikan sedikitpun kabar tentang suami mereka.

Ringkasan dari Hak Istri adalah sbb:
  1. Mendapatkan nafkah dari suami. Suami tidak boleh pelit.
  2. Tidak mendiamkan istrinya (mengajaknya bicara/bercanda) serta perhatian terhadap istri
  3. Mengajak diskusi istrinya dalam mengambil keputusan (tidak egois)
  4. Tidak kasar saat bercampur antara suami istri. 
  5. Tidak memukul istrinya. (penjelasannya baca artikel referensi)
  6. Lemah lembut dan rapih didepan istri. 
  7. Memberi makan istri seperti ia makan (menu makanan suami =makanan istri). 
  8. Membelikan perhiasan untuk istri (jika ada rizki tentunya)
  9. Hanya menghukum istri didalam rumahnya (tidak diusir dsb) dan jika marah, tidak mendiamkan istrinya lebih dari 3 hari.
  10. Membantu pekerjaan istrinya dirumah (istri itu pasangan hidup, bukan pembantu)
Untuk lebih jelas, silahkan dengarkan dan download kajiannya dibawah ini.


Sayangnya kajian ini terpotong, bagi yang ingin mendapatkan seluruh materi, silahkan langsung baca artikel yang themanya sama dengan kajiannya di website ustad langsung dengan judul Suami sejati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Menyamakan Dirinya Terhadap Aisyah Sebagaimana Abu Zar’ Terhadap Istrinya Ummu Zar’ Agar Aisyah Tahu Sayangnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Kepada Dirinya . Baca disini.