Sabtu, 27 Maret 2021

Cara Menghitung Umur Dalam Kalender Hijriah

 Dari kemarin saya kepikiran bagaimana cara paling mudah untuk menghitung Umur dalam Hijriah. Ternyata ketemu juga di website datehijri.com 

Sebagai contoh Ahmad lahir tanggal 1 Januari 1990, berapa umurnya saat ini ( 27/03/2021) saat artikel ini ditulis. Nah langsung saja akses datehijri.com.


Mengapa kita perlu menghitung menggunakan calendar hijriah, karena semua Hukum Agama Islam itu menggunakan calendar Hijriah seperti Nisab Zakat, Umur 7 tahun bagi anak untuk diajari sholat, Umur Seorang dianggap Matang yaitu umur 40 Tahun  dan Rosullah meninggal ketika berumur 63 Tahun. 

Semua Perhitungan tahun di Hadist dan Sirah nabawi menggunakan referensi Hijriah. 
  1. Umur 7 Tahun Hijriah  sekitar 6 Tahun 8 Bulan Masehi 
  2. Umur  40 Tahun Hijriah  sekitar 38 Tahun 10 Bulan Masehi
  3. Umur 63 Tahun Hijriah sekitar 61 Tahun 3 Bulan 

Umur ini adalah amanah dan salah satu yang wajib dipertanggungjawabkan manusia. 

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR. Tirmidzi).

Semoga kita termasuk Orang orang yang beruntung dan tidak termasuk orang yang merugi seperti di dalam Surat Al Ashr 

(1) Demi masa, (2) sungguh, manusia berada dalam kerugian (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Semoga Allah mengelompokan kita di ayat ketiga surat Al Asr ini. Amin. Mari gunakan waktu sebaik baiknya karena hakekat umur manusia itu ibarat jam pasir, makin hari jatah umur kita makin berkurang. 

Minggu, 14 Maret 2021

Kenapa Kita tidak Tergerak Sholat di Masjid?

 

Keutamaan sholat Jamaah 

وقال صلى الله عليه وسلم: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Nabi saw. bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari pada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Malik, imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, imam Ibnu Majah, dan imam An-Nasai dati sahabat Ibnu Umar r.a.

Jika seandainya manusia di minta bekerja, dengan pekerjaan yang sama dan sama waktu pengerjaannya. yang satu di tempat A dengan gaji 1 Juta, yang satu di tempat B dengan gaji 27 juta, saya yakin 100% orang akan memilih kerja di tempat B. Namun anehnya ketika Ada kabar dari rosulullah bahwa sholat berjamaah mendapat pahala 27 kali lipat dibanding sholat sendiri, orang lebih memilih untuk sholat sendiri dirumah atau dikantornya.

Bahkan yang lebih sedih lagi, kantor kantor Pemerintah, BUMN dan swasta ada masjidnya, namun para pegawai lebih memilih sholat di kantornya daripada melangkah kemasjid yang hanya hitungan meter. Sungguh kerugian. Tentunya ini intropeksi buat kita semua bahwa ini membuktikan lemahnya Iman kita dan lemahnya semangat ibadah kita. Oleh karena itu, mari kita saling mengingatkan untuk sholat jamaah dimasjid.

Tujuan sholat jamaah dimasjid selain memakmurkan masjid juga bisa menjadi Perekat hubungan sesama muslim. Hal ini berefek secara global lemahnya kaum muslimin karena masjid sepi, apalagi sholat subuh. Seaindanya sholat berjamaah di masjid sama ramainya dengan sholat Jumat, saya yakin Orang kafir akan gementar dan takut pada kaum muslimin.

Maka di jaman fitnah sekarang ini, salah satu cara menguatkan islam adalah dengan sholat jamaah dimasjid dan menebar salam di setiap pertemuan kaum muslimin.
Do’a Agar Diteguhkan Hati dalam Ketaatan

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tho’atik” 
[Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]

Sumber :
  1. https://bincangsyariah.com/khazanah/hadis-hadis-keutamaan-shalat-berjamaah
  2. https://rumaysho.com/984-doa-agar-diteguhkan-hati-dalam-ketaatan.html



Minggu, 07 Maret 2021

Berlindung dari Fitnah Dunia dan Jabatan

 عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ 


Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”

Kasus Perebutan kekuasaan baik lewat kudeta, pembrontakan, pengambilalihan kekuasaan, partai dan lain sebagaimana memang benar benar benar menggambarkan bagaimana manusia begitu tamak dengan harta dan kedudukan. PERSIS seperti hadis rosulullah diatas.

maka mari kita bermohon kepada Allah agar terhindar dari fitnah dunia dengan doa berikut :


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ


“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” (HR. Al-Bukhari, Al-Tirmidzi, al-Nasai, dan Ahmad)


Referensi: 
  1. https://almanhaj.or.id/13400-manusia-sangat-tamak-dan-rakus-terhadap-harta-dan-jabatan-2.html
  2. https://umma.id/post/doa-berlindung-dari-fitnah-dunia-45858?lang=id

Senin, 01 Maret 2021

Ayat dan Hadist tentang Minuman Keras / Khamr


Qs Al Baqarah :219 

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir."

Qs Al Maaidah :90-91

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberun-tungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbul-kan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” 

Minum Khamr tidak diterima sholatnya selama 40 Hari

“Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia mati sementara ada khamr di dalam perutnya, maka ia mati sebagaimana matinya orang Jahiliyyah.”

Hadist Hasan: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3344)], ath-Thabrani dalam al-Ausath (no. 3810).

Allah Melaknat semua Pihak yang berhubungan dengan Khamr. 

Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  ‘Khamr dilaknat pada sepuluh hal; (1) pada zatnya, (2) pemerasnya, (3) orang yang memerasnya untuk diminum sendiri, (4) penjualnya, (5) pembelinya, (6) pembawanya, (7) orang yang meminta orang lain untuk membawanya, (8) orang yang memakan hasil penjualannya, (9) peminumnya, dan (10) orang yang menuangkannya.’” [6]

Referensi: https://almanhaj.or.id/1461-hadd-sakr-minuman-keras.html

Dari Banyaknya dalil (lihat referensi ) maka sudah sepantasnya kita melakukan Nahi mungkar, menolak kemungkaran baik dengan tangan , lisan dan selemah lemahnya dalam hati 

Sungguh sangat disayangkan seorang ulama yang saat ini menjadi Umara negeri ini belum ada pernyataan tegas menolak kepres ini. Bapak wakil presiden yang kami hormati . Ingatlah bahwa bapak adalah Kyai, Ulama sekaligus Umara. 

Diamnya pak kyai dan tidak adanya usaha pak kyai menolak legalisasi khamr, akan dipertanggungjawabkan sampai akhirat, pak kyai. Sebagai seorang muslim dan rakyat biasa, saya hanya bisa saling nasehat menasehati sesama muslim lewat tulisan ini, dan tugas bapak lah yang menggunakan Tangan untuk menolak legalisasi khmar di negeri ini.  Semoga Bangsa ini tidak semakin hancur karena khamr ini. 

Dan ingatlah wahai kaum muslimin dengan Adab yang tidak hanya menimpa kaum fasik karena DIAMNYA ORANG ORANG BERILMU DAN TIDAK ADANYA NAHI MUNGKAR.

Dan peliharalah dirimu dari Azab/siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya


Update per 27/03/ 2021

per tanggal 27 Maret 2021, Investasi Khamr di cabut presiden atas masukan dari berbagai pihak, termasuk wakil persiden pak kyai Ma'ruf. Semoga Usaha beliau dibalas den dan semua kaum muslimin dibalas dengan kebaikan yang banyak,, Amiin.


Allahul musta'an

Minggu, 10 Mei 2020

Mengenal Derajat Hadist dan Persyaratannya

Dilihat dari derajatnya, hadist dibagi menjadi 4 yaitu hadist shahih, hadist hasan, hadist dha'if ( hadist Lemah) dan hadist maudlu ( hadist PALSU). 

Syarat Hadist Shahih.
  1. Periwayat (Sanad) bersambung,
  2. Diriwayatkan oleh rawi yang adil
  3. Diriwayatkan oleh rawi yang hafalanya kuat.  
  4. Tidak bertentangan dengan hadits dengan rawi yang tingkat dipercayanya lebih tinggi atau Al-Qur'an,
  5. Tidak terdapat cacat.
Penjelasan dari 5 Point diatas adalah bahwa hadist tidak terputus sampai rosulullah. Perawi (periwayat hadistnya ) di kenal jujur dan sholeh. Diriwayatkan oleh perawi yang kuat. Halafan ada dua yaitu dari daya ingat dan dari Catatannya. Tidak ada menyelisihi hadist yang lebih kuat dan yang terakhir tidak ada catat. 

Syarat Hadist Hasan.
juga mempunyai 5 syarat yaitu: 
  1. Periwayat (Sanad) bersambung,
  2. Diriwayatkan oleh rawi yang adil
  3. Diriwayatkan oleh rawi yang hafal (dhabith), tetapi tingkat kehafalannya masih di bawah hadits Shahih,
  4. Tidak bertentangan dengan hadits dengan rawi yang tingkat dipercayanya lebih tinggi atau Al-Qur'an,
  5. Tidak terdapat cacat.

Hadist dhaif tidak memenuhi syarat dari  5 point diatas ciri ciriya isi hadist kadang bertentangan dengan hadist shahih, tidak jelas periwayatanya, sanadnya putus atau perawinya tidak adil. 

Sedangkah hadist madlu adalah hadist Palsu yang tidak memenuhi 5 syarat diatas. disampaikan oleh para perusak agama dan para pendusta. Dan biasanya tidak ditemukan di kitab hadist para imam ahli hadist. 

Imam Muslim dalam muqadimah nya dalam shohih muslim 
" Cukuplah seseorang dikatakn sebagai pendusta jika dia menyampaikan setiap berita /ucapan yang didengarnya". 

Imam Nawawi Menyampaikan :
" kelak diakhir jaman kalian akan mendapatkan hadist yang kamu tidak pernah mendengar dan nenek moyang mu pun tidak pernah mendengarnya" ( waspada hadist palsu). 

Ibnu Hibban :
" Barang siapa berdusta atas namaku( Nabi muhamamad ) maka bersiaplah tempat duduknya di neraka"


Referensi:

Pembahasan kitab Firqotun Najiyah karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.Bab Hadist shahih dan Madlu. 



Kamis, 16 April 2020

Cara Berziarah Kubur Sesuai Tuntunan Rosulullah



كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروها

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah” HR. Muslim no. 977

Berziarah Kubur hukumnya Boleh berdasarkan hadist diatas. Tujuan dari berziarah kubur adalah untuk mengingat kematian bagi yang masih hidup dan mendoakan si mayit agar di ampuni dosa dosanya dan diterima amal sholehnya.

Adab Ziarah Kubur

  1. Disunnahkan menyampaikan salam dan doa Bagi Ahli Kubur
  2. Jangan duduk diatas Kuburan 
  3. Tidak Boleh Thawaf mengelili kuburan walaupun dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, dikuburan siapapun.
  4. Tidak Membaca Alquran di Kuburan, yang boleh adalah mendoakan si mayit. 
  5. Tidak boleh meminta pertolongan Kepada orang yang meninggal/ orang yang dikubur, walaupun kuburan Wali atau Nabi. 
  6. Tidak boleh meletakan karangan bunga atau menaburkannya karena menyerupai kaum nasrani
  7. Tidak boleh mendirikan bangunan atau tulisan diatas kuburan. termasuk disini adalah Kijing, Rumah, di semen, di kapur di keramik atau marmer. 
  8.  Kuburan hanya boleh di letakan batu diatasnya dan ditinggikan dengan tanah satu jengkal seperti kuburan di Baqi, madinah. 

Bagi yang ingin mendengarkan kajian lebih rinci silahkan klik tombol play dibawah ini. 


=

Sabtu, 20 April 2019

Berhati hati dalam menyebar berita

Islam adalah agama yang sempurna. Semua hal di Agama yang mulia ini ada panduan dan tuntunannya. Dalam hal menyebar berita ada 3 dalil yang semoga bisa menjadi rujukan kita dalam menanggapi berita dan pertimbangan dalam membagi berita yang belum jelas kebenarannya.

Tulisan ini saya buat disaat kondisi di Tanah air penuh dengan simpang siur pemenang Pilpres 2019. Tulisan ini adalah ajakan bagi kita semua agar tidak memperkeruh suasana dan bersabar sampai keputusan akhir siapa pemenang pelpres 2019.

Tiga poin penting dalam hal berita adalah sebagai berikut :

  1. Periksa Sumber berita / Pembawa berita 
  2. Cek dan croscek validasi data dan Informasi 
  3. Menahan diri untuk bereaksi seperti Like, komentar atau share sebelum pasti kebenarannya. 

Periksa sumber dan Pembawa berita 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” 
(QS. Al-Hujuraat [49]: 6)

Cek dan crosscek data dan Informasi

Jangan sampai asal menerima kebenaran. Tidak setiap informasi berisi kebenaran. 

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


“Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” 
(HR. Muslim no. 5). 

Tahan diri untuk bereaksi

Reaksi ini bisa macam macam, dari Rasa senang yang berlebihan sampai rasa marah yang tak tertahankan, ini baru reaksi secara emosi, reaksi yang lain adalah berkomentar, memberi like dan asal membagi berita tanpa mengecek dulu kebenarannya. Banyak berita saat ini dibuat untuk mempengaruhi emosi yang melihat, mendengar atau membacanya yang berefek makin tersebarnya hoax karena kita tidak menggunakan akal untuk berpikir. 

Sebelum menshare berita, coba pertimbangkan 2 hal yaitu apakah berita ini benar dan  apakah berita ini bermanfaat. Jika tidak ada dua hal diatas, berita itu tidak perlu di share. Bagaimana kalau beritanya benar tapi tidak bermanfaat? maka cukup informasi itu untuk anda. 

Seorang muslim yang baik hanya berbicara jika dirasa ada manfaatnya; jika tidak ada alangkah baiknya kita diam menahan diri.  Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت


“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Referensi :