Langsung ke konten utama

Berhati hati dalam menyebar berita

Islam adalah agama yang sempurna. Semua hal di Agama yang mulia ini ada panduan dan tuntunannya. Dalam hal menyebar berita ada 3 dalil yang semoga bisa menjadi rujukan kita dalam menanggapi berita dan pertimbangan dalam membagi berita yang belum jelas kebenarannya.

Tulisan ini saya buat disaat kondisi di Tanah air penuh dengan simpang siur pemenang Pilpres 2019. Tulisan ini adalah ajakan bagi kita semua agar tidak memperkeruh suasana dan bersabar sampai keputusan akhir siapa pemenang pelpres 2019.

Tiga poin penting dalam hal berita adalah sebagai berikut :

  1. Periksa Sumber berita / Pembawa berita 
  2. Cek dan croscek validasi data dan Informasi 
  3. Menahan diri untuk bereaksi seperti Like, komentar atau share sebelum pasti kebenarannya. 

Periksa sumber dan Pembawa berita 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” 
(QS. Al-Hujuraat [49]: 6)

Cek dan crosscek data dan Informasi

Jangan sampai asal menerima kebenaran. Tidak setiap informasi berisi kebenaran. 

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


“Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” 
(HR. Muslim no. 5). 

Tahan diri untuk bereaksi

Reaksi ini bisa macam macam, dari Rasa senang yang berlebihan sampai rasa marah yang tak tertahankan, ini baru reaksi secara emosi, reaksi yang lain adalah berkomentar, memberi like dan asal membagi berita tanpa mengecek dulu kebenarannya. Banyak berita saat ini dibuat untuk mempengaruhi emosi yang melihat, mendengar atau membacanya yang berefek makin tersebarnya hoax karena kita tidak menggunakan akal untuk berpikir. 

Sebelum menshare berita, coba pertimbangkan 2 hal yaitu apakah berita ini benar dan  apakah berita ini bermanfaat. Jika tidak ada dua hal diatas, berita itu tidak perlu di share. Bagaimana kalau beritanya benar tapi tidak bermanfaat? maka cukup informasi itu untuk anda. 

Seorang muslim yang baik hanya berbicara jika dirasa ada manfaatnya; jika tidak ada alangkah baiknya kita diam menahan diri.  Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت


“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Referensi :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Kalendar Hijriah di Internet

Untuk melihat kalendar hijriah di internet, silahkan buka https://datehijri.com/en/hijricalendar.html.

Di website ini terdapat beberapa layanan tentang kalendar diantaranya :

Konversi Tanggal dari Tanggal Masehi ke Hijriah Kalendar Hijriah selama 1 Tahun ( disertai Tanggal Masehi dengan huruf kecil) Kalendar Masehi 1 tahun (disertai tanggal hijriah dengan huruf kecil) Perkiraan Awal Ramadhan Sebagai tambahan, Website ini juga menampilkan Jam saat ini di kota Mekah. Website ini juga ditawarkan dalam dua bahasa, Bahasa arab atau bahasa inggris. 

Chanel Ustad sunnah di Youtube

Berikut ini adalah chanel Ustad Ahlusunnah wal Jamaah yang mengikuti Salafusholeh. Semoga kajian mereka bisa memberikan tambahan ilmu, Iman dan Amal sholeh kita dan kita digolongkan oleh Allah sebagai Orang orang sholeh baik di dan Akhirat. 
Sekadar catatan, biasakan mencatat kajian, baik kajian Online ataupun Langung. Karena ilmu itu ibarat binatang buruan, Ikatlah Ilmu Dengan menulisnya. Poin Poin yang perlu dicatat Adalah Qolallah dan Qola Rosul (Ucapan Allah/ Alquran) dan Ucapan Rosul ( Hadist), termasuk Kitab referensi dan ucapan para Salafusholeh dan Pendapat Para ulama. 
Mengapa demikian? karena kita beragama berdasarkan dalil dari Alquran dan sunnah, dan bukan taqlid buta kepada Ustad. Seandainya anda ingin mendakwahkan kembali ilmu yang anda dapat, anda bukan merujuk dengan kata Ustad fulan, tapi Kata Allah dalam Alquran, Kata Rosulullah dalam Hadist, Ucapan/ Fatma ulama tentang masalah ini dan seterusnya. 
Insyaallah ilmu bisa melekat dalam hati jika kita mencatatnya. Dan i…